Event Sepeda Sebagai Strategi Promosi Wisata


Berbagai strategi dilakukan demi menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah. Beda daerah beda pula strategi yang diterapkan. Diantaranya promosi melalui event semacam mice, festival seni budaya dan olah raga. Tentunya masingmasing kegiatan memiliki strategi tersendiri dalam menarik minat wisatawan. Misalnya festival seni budaya dengan menampilkan budaya daerah yang unik dan tentunya menarik, begitupun juga dengan event olah raga bisa berupa olah raga prestasi maupun olah raga yang sifatnya rekreatif seperti lintas alam, maraton, jelajah motor maupun bersepeda.

Dewasa ini olah raga rekreasi semakn banyak diminati. Berbagai even dilaksanakan baik event aunggal maupun untuk mendukung suatu event besar dengan tujuan menyamarakkan event bersangkutan. Olah raga rekreasi dianggap cukup jitu dalam memperkenalkan maupun mempromosikan pariwisata suatu daerah. Hal ini diamini oleh beberapa negara maupun daerah di Indonesia dengan mengadakan event lomba sepeda seperti Tour De France (Prancis) Tour De Langkawi (Malaysia), untuk event dalam negeri sebut saja misalnya Tour De Singkarak, Tour De Flores yang barubaru ini dilaksanakan dan mendapat respon yang sangat positif dari penggemer dan pemilik klub sepeda dari dalam maupun luar negeri.

Beberapa tahun yang lalu, Pemprov NTB membuat suatu terobosan yang sangat baik dalam memperingati hari jadinya. Dimana pada tahun 2014 NTB menyelenggaran event kejuaraan sepeda melintasi Pulau Lombok dan Sumbawa yang diberi nama Tour De Lombok Sumbawa. Event tersebut sekaligus menjadi bagian promosi Pemprov NTB untuk mempromosikan pariwisata yang diberi tema Visit Lombok Sumbawa.  Kegiatan ini berhasil menarik minat beberapa atlit dan dari berbagai klub sepeda baik dari dalam maupun luar negeri ikut ambil bagian di kejuaraan tersebut.

Belum lama berselang, Pemprov juga menginisiasi event berskala internasional yaitu perayaan Tambora Menyapa Duna (TMD) 2015. Hajatan tersebut disambut baik dan di golkan oleh pemerintah pusat.  Sejumlah persiapan kemudian dilakukan. Kompas Group ditunjuk sebagai event organizer (EO) hajatan akbar yang dipusatkan di Sabana Doro Ncanga, Kabupaten Dompu. Dengan bentang alam yang sangat mendukung serta jarak tempuh yang dianggap ideal, Kompas kemudian menyelenggarakan Tour De Lombok Sumbawa. Rute yang ditempuh dari Lap Gubernur NTB dan berakhir di Doro Ncanga Kabupaten Dompu yang juga dijadikan pusat dari hajatan skala internasional tersebut. Sejumlah negara ikut ambil bagian ke dalm event tersebut.

Kenapa sepeda, Tentunya pihak panitia penyelenggara memiliki alasan khusus untuk menjadikan kejuaraan sepeda sebagai bagian dari berbagai kegiatan tersebut. Dengan bentang alam, jarak tempuh yang cukup ideal luas pulau lombok dan sumbawa dianggap menjadi salahsatu alasan utama diselenggarakannya event kejuaraan sepeda tersebut. Selain itu keindahan panorama alam yang tersaji yang dilalui oleh peserta menjadi suguhan menarik baik peserta maupun wisatawan yang ikut menjadi bagian dari hajatan tersebut. Selain itu tentunya juga faktor kondusifitas keamanan daerah yang menjadi rute yang dilalui oleh para peserta.

 

Festival Moyo

Untuk sekala daerah, dalam agenda Festival Moyo pemerintah Kabupaten Sumbawa sudah menyelenggarakan event serupa. Salahsatu rutenya  menuju pulau Moyo. Pemilihan rute bagi sebagian kalangan masih dianggap kurang tepat. Dimana jarak tempuh penyeberangan para peserta dari start point di Labuhan Sumbawa menuju Pulau Moyo dengann  waktu 2 jam penyeberangan dianggap mengurangi esensi dari kejuaraan itu sendiri. Selain itu sulitnya koordinasi baik bagi panitia maupun peserta menjadi kendala pelaksanaannya.

Apabila nantinya kejuaraan sepeda masih akan tetap diselenggarakan di tahun 2016 ini dan seterusnya sepertinya perlu dikaji ulang, baik dari segi penyelenggaraannya maupun rute yang akan di tempuh. Baiknya rute yang dilalui adalah ruterute yang melewati obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa. Misalnya bisa saja mengambil start dari Lapangan Pahlawan melalui istana Dalam Loka kemudian peserta diajak mengunjungi ataupun melewati Dusun Batu Alang dimana ditempat tersebut terdapat para pandai besi yang mnjadi bagian dari sejarah Tana Samawa, peserta kemudian melewati Kawasan Bendungan Batu Bulan menuju Batu Tering melewati Sebasang terlebih dahulu. Dari batu tering kemudian peserta diarahkan ke situs megalitik Ai Renung atau situ Temang Dongan di Desa Pungkin, sebagai alternatif. Kemudian peserta diajak melewati tempat penyenggaraan Barapan Kebo ataupun Main Jaran diwilayah Moyo Hilir ataupun Moyo Utara. Disini peserta bias beristirahat sejenak. Menikmati suasana pantai Sea Side Ai Loang memberi kesegaran dan kesen tersendiri bagi peserta. Sambil melewati bay pass Samota menuju finish di Lapangan Pahlawan.

Selain itu tentunya banyak alternatif pulihan rute yang sekiranya tidak memberatkan peserta maupun pihak penyelenggara. Yang terpenting peserta harus melewati atau mengunjungi obyek-obyek wisata maupun event lainnya yang sedang berlangsung yang menjadi agenda FestMo. Hal ini nantinya menjadi point interest bagi mereka ketika ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut sehingga gelaran event bersepeda sebagai olah raga rekreasi yang menjadi bagian dari FestMo benarbenar sukses penyelenggaraan maupun sukses sasaran.

Kita bisa belajar dari penyelenggarakan event Tour De Singkarang yang akan dilaksanakan pada agustus 2016. TDS dianggap sukses mengangkat pariwisata Sumatera Barat. Eventnya sendiri diakui dan menjadi agenda Union Cycliste Internationale (UCI). Tentunya halhal yang bisa kita petik, yang bisa disesuaikan dengan segala aspek dan kondisi daerah kita. 

 

 


 

* Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog 2016 Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat.

* Kategori Olah Raga 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru