Beladiri Dunia Berkembang Di Sudut Kampung

SEPULUH TAHUN LALU tepatnya bulan April 2005 telah masuk satu beladiri yang sangat populer di negara-negara maju dan berkembang pesat di benua Eropa dan Amerika, ke sebuah dusun bernama dusun Puspalaya di wilayah kabupaten Lombok Tengah, oleh seorang Sarjana Ekonomi lulusan UNRAM bernama HERY. Beladiri ini berasal dari Jepang yang dikenal dengan nama KARATE beraliran kyokushin. Aliran karate ini merupakan satu-satunya aliran di dunia Karate yang menganut sistem Full Body Contact ketika bertarung dalam turnament (Kejuaraan) artinya tidak menggunakan pelindung badan dan sarung tangan serta sistem penilaiannya jauh berbeda dengan aliran Karate lain yang menganut sitem non contact (lihat youtube).

Berdasarkan sejarah perkembangan beladiri di Lombok Tengah khususnya, sejak punahnya keberadaan padepokan beladiri Silat Kampung berpuluh-puluh tahun yang lalu, banyak bermunculan beladiri-beladiri baru yang berasal dari negara-negara lain seperti Kempo, Judo, Tae Kwon Do, dan dari Indonesia sendiri yang disebut Boxer telah mewarnai kancah perkembangan beladiri di sudut-sudut kota dan pelosok yang di bawa oleh para perantau-perantau dari daerah lain atau anak pribumi yang pulang kampung dari rantauan. Dari sekian banyak beladiri yang disebutkan di atas, belum ada yang mampu bertahan lebih dari 5 tahun, karena dua alasan yaitu guru menghilang atau muridnya yang punah. Berbeda dengan beladiri yang satu ini, yang sampai saat ini stabilitas dan eksistensinya masih tetap terjaga, tidak hanya itu prestasi nasionalpun pernah diraihnya, pada tahun 2007 di Surabaya dalam ajang Kejuaraan Nasional kelas 60 kg kebawah salah satu atlitnya bernama Karyawadi berhasil meraih Medali Emas, selanjutnya pada tahun berikutnya tahun 2008 di Bali meraih medali Perak.

Begitu membanggakannya prestasi tersebut bagi pribadi sang atlit sekaligus Dojonya (tempat latihannya), dan tidak kalah pentingnya Daerah NTB menjadi tersohor dan sangat di perhitungkan di tingkat Nasional. Namun kabar ini hanya sebatas kabar angin bagi Pemerintah Daerah khusunya FORKI NTB sebagai payungnya saat itu. Dan itu tidak membuat mereka para pembina dojo, para Atlit berkecil hati untuk terus berusaha mengembangkan dan membina generasi muda membangun atlit-atlit baru yang siap mengukir sejarahnya di kancah nasional maupun Internasional.

Saat ini, Dojo beladiri ini sudah berkembang menuju wilayah timur berbatasan dengan Lombok Timur, yaitu di wilayah ujung timur kopang di desa Montong Gamang tepatnya di SMP Negeri 3 Kopang. Ke depan mereka berharap akan mampu mengembangkan sayap perjuangannya membina anak-anak muda lebih luas lagi, meskipun tidak terdapat ajang di O2SN dan PON karena berbeda sistem, namun itu bukan menjadi tujuan utama dari pembinaannya. Tetapi membangun mental spiritual, tertib disiplin, hormat-menghormati dan harga-menghargai menjadi pilar pembangunan karakter karatenya selain fhisical fitness-nya. [] - 05

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru