Futsal Masuk Desa


Olah raga yang pertama kali dipopulerkan di wilayah Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani, merupakan olah raga yang mengadopsi teknik permainan sepak bola pada umumnya, dulu Futsal haya dinikmati oleh segelintir orang diperkotaan karena lapangan futsal banyak dibangun di jalan-jalan utama, mall-mall dan pusat-pusat keramaian akan tetapi sekarang tidak sedikit yang berada dipinggir kota bahkan ada pula yang di Desa salah satunya Gria Futsal, Gria futsal yang mulai dibuka dibulan Desember tahun 2012 dibangun Desa Dasan Gria, Desa Dasan Gria ini merupakan Desa yang terletak di sudut kecamatan Lingsar dan perbatasan Kodya Mataram jauh dari pusat keramaian, Gria futsal tampak begitu asri karena berada dipinggiran sawah, pemilik Griya Futsal Hardjanto adalah pengusaha roti yang sukses karena kecintaan terhadap terhadap dunia sepak bola membuatnya tidak berpikir dua kali untuk membangun lapangan futsal walau dibutuhkan dana yang sangat besar, menurutnya pemilihan lokasi sudah sangat tepat disamping karena menyempit lahan diperkotaan, jalur yang strategis yang merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata Senggigi di kawasan itu juga banyak terdapat tempat rekreasi salah satunya kolam renang Anjani, perjamnya disewakan Rp 120000 itu harga sewa standar untuk futsal yang ada diwilayah perkotaan akan tetapi tidak membuat Gria Futsal sepi malahan tiap malam jadwal bermain penuh kebanyakan dari para klub memilih untuik member karena takut jadwal berikutnya terisi oleh klub lain.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru