logoblog

Cari

Berawal Dari Hobi. Sepak Bola Mahasiswa Rantauan Tembus Liga III

Berawal Dari Hobi. Sepak Bola Mahasiswa Rantauan Tembus Liga III

    Mataram - Liga III wilayan Nusa Tenggara Barat akan segera digelar pertengahan Agustus 2019 mendatang.  Liga III tersebut akan

Olah Raga

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
04 Agustus, 2019 16:41:21
Olah Raga
Komentar: 0
Dibaca: 3944 Kali

Mataram - Liga III wilayan Nusa Tenggara Barat akan segera digelar pertengahan Agustus 2019 mendatang.  Liga III tersebut akan diikuti oleh seluruh klub Kabupaten se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah NTB akan dibagi dalam dua pulau yaitu Lombok dan Sumbawa. Bima Sakti akan berlaga bersama tim-tim kuat di pulau Lombok seperti Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara.

Perjalanan Bima Sakti menjadi klub sepakbola yang bisa berlaga di liga III tidak mudah. Cikal bakal bima sakti berawal dari hobi sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima yang merantau ke Mataram pada sekitar tahun 1995.

Salah seorang yang menjadi creator dan pemain andalan Bima Sakti, Iksan Yusuf mengungkapkan bahwa Klub tersebut berdiri pada 17 mei 1995. Iksan yang akrab dipanggil Oseng menjelaskan awalnya Bima Sakti terbentuk dari ide beberapa mahasiswa asal Dompu, Bima dan Lombok yang pada saat itu suka bermain bola di lapangan pinggiran kota Mataram.

“Karena eksistensi kami saat itu, kami berkomitmen untuk membentuk klub yang bernama Bima Sakti Lawata,” kata Oseng.

Menambah keterangan Oseng, salah seorang pemain legenda Bima Sakti lainnya, Fadli juga mengungkapkan bahwa pada saat itu mereka berkomitmen untuk meningkatkan prestasi melalui sepakbola yang menjadi hobi mereka.

Klub ini dengan sendirinya semakin lama semakin besar dan para pemainnya semakin banyak, saat itu beberapa nama yang menginisiasi terbentuknya klub seperti Oseng, Fadli, Angga, dan beberapa teman lainnya. Mengingat para pemainnya semakin banyak klub ini mulai mengikuti beberapa event resmi di Mataram dan sesekali mengikuti event se-pulau Lombok.

Waktu terus berjalan, Bima Sakti terus berkembang dan berprestasi walaupun berganti-ganti pemain. Setiap tahunnya pemain bima sakti terus bertambah karena adanya pemain-pemain muda asal bima dan Dompu yang melanjutkan study ke Mataram yang bergabung di Bima Sakti.

Hadirnya Bima Sakti Lawat (BSL) di persepakbolaan NTB menambah deretan klub kuat yang dimiliki NTB, bergabungnya pemain-pemain hebat membuat BSL sering meraih gelar pada event pulau Lombok bahkan event luar Lombok.

 

Baca Juga :


Generasi emas BSL ada pada tahun 2004-2005, saat itu BSL menjadi salah satu klub yang ditakuti oleh klub-klub lainnya. Namun yang disebut generasi emas tersebut tidak kalah dengan generasi awal yang langsung meraih juara pada laga perdana pada eksibisi empat klub di lapangan lawat pada tahun 1995. Empat klub tersebut adalah RBC, BSL, Rajawali dan Kartika Yudha.

Di bawah pelatih H. Sarfan, BSL pernah menjuarai open turnamen bergengsi di Kabupaten Dompu pada sekitar tahun 2005-2006. Melawan klub-klub kuat dari timur NTB menyulitkan BSL pada babak penyisihan, tetapi dengan segudang pengalaman pemain dan pelatih serta kerja managemen dan tim membuat BSL mampu ke partai final dan mengalahkan tuan rumah Monta Baru.

Saat itu BSL diisi oleh pemain-pemain hebat seperti Lalu Rony (Mataram), Iwan Sengkol (Lobar), Owok (Lobar), Iwan HB (Dompu), Syaiful muslimin (Bima), Fery (Dompu), Anas (Dompu), Ipul (Dompu), dan pemain-pemain lainnya.

Saat ini BSL telah menjadi Singa di kancah sepak Bola NTB, hal itu terbukti dari kiprahnya saat ini yaitu salah satu klub yang mengikuti liga III Nasional. Keikut sertaan BSL pada ajang tersebut bukan secara instan tetapi diraih dengan  perjuangan panjang para pemain dan pengurus BSL.

Banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh management BSL untuk dapat mengikuti event tersebut dan BSL membuktikan bahwa dirinya layak menjadi satu-satunya klub plat hitam yang mampu bermain di liga III.

 

Kita akan liat kiprah BSL di kancah Nasional dengan sederetan pemain-pemain andalannya. Sejarah BSL akan terus terukir.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan