logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bila BALI-NTB Tuan Rumah Bersama PON 2024

Bila BALI-NTB Tuan Rumah Bersama PON 2024

Keinginan Pemerintah dan berbagai  elemen masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk menjadi tuan rumah  PON 2024 bersama Propinsi Bali kian membuncah. Selain

Olah Raga

Kominfotik NTB
Oleh Kominfotik NTB
17 April, 2018 08:21:10
Olah Raga
Komentar: 0
Dibaca: 15827 Kali

Keinginan Pemerintah dan berbagai  elemen masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk menjadi tuan rumah  PON 2024 bersama Propinsi Bali kian membuncah. Selain telah membangun komitmen kerjasama (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Bali, loby-loby politikpun dimulai. Dengan analogi Papua bisa jadi tuan rumah PON 2020 tidak lepas dari perspektif dan intervensi politik nasional ( secara fisik obyektif mungkin belum memadai),  maka pendekatan politik dengan memanfaatkan jalur-jalur politikpun penting dilakukan

Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, KONI NTB kini  bergandengan tangan dengan para wakil rakyat NTB yang duduk di DPR-RI dan DPD-RI memperjuangkan agar PON XXI terselenggara di NTB. Sesungguhnya seberapa besarkah peluang Bali-NTB menjadi tuan rumah bersama tersebut jika dibandingkan kompetitor Provinsi Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh yang juga ingin menjadi tuan rumah bersama ? Medan Sumatera Utara pernah memiliki pengalaman menjadi tuan rumah PON tahun 1953, lalu apa modal kita menjadi tuan rumah ? Mampu dan siapkah kita menjadi tuan rumah multi event pertandingan olahraga berskala nasional yg nantinya bila mengacu PON XX di Papua akan mempertandingkan tidak kurang dari 49 cabang olahraga tersebut ?

Tiga Keunggulan
Hasrat besar menjadi tuan rumah bersama PON XXI-2024  bukanlah tanpa alasan. Bali-NTB memiliki keunggulan di banding kompetitor lainnya. Setidaknya Bali-NTB memiliki tiga keunggulan yang bisa menjadi modal dan argumentasi dalam penyampaian proposal sebagai tuan rumah. Pertama, secara politis demi keutuhan NKRI kini saatnya Indonesia Tengah (Tenggara Nusantara) diberikan kesempatan untuk menunjukkan potensi dan kemampuannya sebagai tuan rumah. Dalam sejarahnya, PON telah terselenggara 14 kali di pulau jawa, dan baru 6 kali di luar jawa yaitu di Medan Sumatera Utara (1953), Makassar Sulsel (1957), Palembang Sumsel (2004), Samarinda Kaltim (2008), Pekanbaru Riau (2012) dan nanti di Papua (2020). Indonesia Bagian Tengah khususnya kawasan tenggara Nusantara yaitu BALI-NTB belum pernah menjadi tuan rumah. Inilah saatnya (2024) BALI-NTB diberikan kesempatan emas sebagai tuan rumah untuk selanjutnya pada PON XXII – 2028 diberikan kepada Provinsi Sumatera Utara dan DI Aceh untuk menjadi tuan rumah bersama PON berikutnya.

Dalam pelaksanaan penunjukan sebagai tuan rumah, pasti akan diikuti affirmative action pemerintah berupa penggelontoran dana dukungan APBN  kepada tuan rumah untuk melengkapi sarana prasarana pertandingan olahraga dan infrastruktur yang dibutuhkan daerah melalui Kementerian/Lembaga terkait. Menyebar lokasi penyelenggaraan PON tentu sangat strategis baik dalam perspektif wawasan nusantara juga untuk pemerataan  sarana prasarana keolahragaan secara nasional serta untuk menggali potensi seluruh anak bangsa agar bisa berkontribusi memberikan prestasi yang membanggakan bagi bangsa dan negara melalui bidang olahraga di tingkat dunia.

Kedua, Secara geografis BALI-NTB berada di tengah-tengah nya Indonesia sehingga mudah di akses dari timur dan barat Indonesia baik dengan menggunakan moda transportasi udara, laut dan darat. Keberadaan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali dan Lombok Internasional Airport yang kini oleh PT. Angkasa Pura I terus di up-grade tak perlu disangsikan merupakan pintu gerbang utama yang siap menampung berapapun kontingen atlet, official juga suporter yang datang dan pergi menyaksikan PON. Aksesibilitas BALI-NTB dengan menggunakan moda transportasi lautpun tak perlu di sangsikan. Pelabuhan Teluk Benoa Bali dan Pelabuhan Lembar siap disinggahi kapal PT PELNI berukuran besar yang membawa atlit, official maupun supporter yang datang baik dari pelabuhan-pelabuhan utama di kawasan timur maupun barat Indonesia. Tahun 2019 yang akan datang Pelabuhan Gilimas Lembar yang di desain untuk persinggahan cruise dan container di rencanakan mulai bisa dioperasikan sehingga tahun 2024 tidak ada kesulitan bagi kapal besar PT PELNI untuk berlabuh di Pelabuhan Gilimas Lembar.

Demikian juga yang ingin menggunakan moda transportasi darat. Tidak ada kendala untuk mengakses BALI-NTB. Ratusan bus-bus suporter dari Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang ingin overland dapat melintas aman melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk untuk selanjutnya menyeberang ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bae-Lembar. Dengan akan beroperasinya Pelabuhan Gilimas Lembar tahun 2019,  sudah antri beberapa investor yang siap menambah armada kapal laut yang akan melayani route Lembar-Tanjung Perak Surabaya yang selama ini baru dilayani KMP. Legundi. Dengan posisi ditengah-tengah Indonesia didukung  ketersediaan moda transportasi udara, laut dan darat yang secara kuantitas dan kualitas tak perlu di sangsikan lagi ini maka tentu sangat nyaman dan menguntungkan bagi atlet, official dan juga supporter datang ke BALI-NTB di banding ke Sumatera Utara-DI Aceh misalnya.

Ketiga, Secara empiris, data dan fakta menunjukkan bahwa BALI-NTB adalah destinasi wisata nasional berkelas dunia yang dari aspek keamanan, ketertiban, Kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahan dan pesona kenangan juga tak perlu di ragukan lagi. Berbagai event internasional telah, sedang dan akan tergelar di BALI-NTB dengan dukungan sarana prasarana akomodasi yang tersedia lengkap mulai dari homestay kelas melati, kelas hotel berbintang sampai premium luxury tersedia baik di kawasan Nusa Dua Bali maupun di Kawasan KEK Mandalika yang oleh PT ITDC sedang dikebut siap hadirkan 2000-3000 kamar hotel baru pada tahun 2024 nanti. InsyaALLAH selama PON XXI tidak akan ada supporter yang akan menggelandang karena keterbatasan akomodasi ini. Gedung Asrama haji, aula-aula/wisma pemerintah, rumah penduduk bahkan “Hotel Ikhlas” nginap gratis di masjid pun tersedia ruang bila sangat kepepet.

Tiga Kesuksesan
Andai BALI-NTB dipercaya sebagai tuan rumah PON XXI-2024, apa yang harus dilakukan dan ingin dicapai ? Setidaknya sebagai tuan rumah bersama harus mampu meraih tri sukses yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses promosi ekonomi. Pertama, sukses penyelenggaraan, tuan rumah dengan dukungan pemerintah dan investasi swasta di tuntut mampu menyiapkan sarana prasarana pertandingan baik indoor maupun outdoor sesuai cabang olahraga yang ditangani, konektivitas menuju venue pertandingan, akomodasi atlet, panitia dan wasit, information centre dan lain-lain.

 

Baca Juga :


Lima tahun adalah  waktu yang cukup memadai untuk menyiapkan dan mengintegrasikan berbagai rencana pembangunan daerah dengan agenda sebagai tuan rumah PON 2024. Semisal ketika di kawasan KEK Mandalika akan segera membangun sirkuit motor GP dengan investor VINCI Prancis, maka venue ini bisa dimanfaatkan juga sebagai arena triathlon, sepatu roda, balap sepeda dan lain-lain. Demikian pula ketika investor Qatar ingin membangun lapangan golf berstandar internasional maka setidaknya fasilitas ini bisa juga dimanfaatkan untuk venue  pertandingan golf PON. Bendungan Batujai, Pengga, Pandan Duri, Dam mujur atau Bendungan Meninting yang segera akan di bangun bisa di revitalisasi dan disiapkan untuk venue pertandingan dayung, kano, ski air. GOR 17 Desember Turide harus di sulap menjadi venue utama tempat berbagai pertandingan atletik, silat, kempo, karate dan lain-lain. Untuk cabor sepakbola, bowling atau yang lainnya bisa di musyawarahkan bisa di laksanakan di BALI ataukah di NTB tentunya atas persetujuan induk organisasi olahraga, KONI dan panitia pusat.
         

Terkait Sumber Daya Manusia yang akan mempersiapkan, mengawal dan melaksanakan perhelatan pesta olahraga ini tentu nanti nya harus segera dibentuk kepanitiaan yang handal dan komprehensif. Pemprop dan pemerintah Kab/kota se NTB harus bersinergi utuh bersama komunitas olahraga dan juga event organizer yang ada di daerah mensukseskan PON. INCCA NTB selaku induk asosiasi event organizer di daerah sudah saatnya terlibat aktif dan mempersembahkan penyelenggaraan acara yang berkualitas dan memuaskan semua pihak.
         

Kedua, sukses prestasi. Perbaikan peringkat dalam klasemen peraihan medali tentu menjadi indikator kesuksesan prestasi PON. Hasil PON XX di Papua tahun 2020 menjadi tolok ukur menentukan target PON XXI-2024. Bila di PON Papua NTB mampu masuk peringkat 10 besar maka sebagai tuan rumah tentu harus jibaku berikhtiar bisa masuk 5 besar. Untuk mampu mencapai target yang prestius tersebut memang tidaklah mudah namun bukan berati mustahil. Semua pihak harus kerja keras. Pengurus cabor harus sedini mungkin menggali potensi dengan mencari bibit atlet yang bertalenta untuk di godok dalam sebuah pusat pelatihan (training centre) yang efektif dan ketat. Permasalahan klasik berupa konflik pengurus cabor, hengkangnya atlet berprestasi ke luar daerah karena merasa kurang terjamin di NTB, kurangnya dukungan anggaran dan lain sebagainya harus ada solusinya yang cerdas dan tuntas. Intinya antara pemerintah cq. Dinas Pemuda Olahraga, Pengurus KONI dan Pengurus Cabor harus seia sekata dalam melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menuju prestasi Prima.
        

Ketiga, Sukses promosi ekonomi. Ribuan orang dalam waktu cukup lama datang berkunjung menyaksikan berbagai pertandingan PON, merupakan pasar potensial yang akan menyerap berbagai produk unggulan yang mampu di hasilkan masyarakat. Hotel penuh terisi, restoran hingga lesehan dan warung-warung kopi akan kebanjiran pengunjung. Jasa transportasi bergerak. Telur, daging, ikan, sayur,  buah dan aneka cindera mata harus disiapkan dan ini jelas membuka lapangan kerja dan lapangan usaha masyarakat. Secara ekonomi, benefit penyelenggaraan PON  bisa di kalkulasi dengan baik dan pasti menguntungkan masyarakat dan daerah. Dengan kualitas pelayanan yang baik merupakan promosi langsung bahwa daerah kita memang nyaman dan pantas untuk di kunjungi sehingga pasca PON pun orang akhirnya akan kembali berbondong-bondong datang ke NTB. Kini, no point to return,  ikhtiar menjadi tuan rumah bersama PON XXI-2024 harus terus diperjuangkan..........vini vidi vici.......salam olahraga !

Penulis : H. Lalu Gita Ariadi - Mantan Ketum Cabor KEMPO



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan